Mengapa?
Sempat merasa terlalu naif tetapi seperti itulah yang selalu ada dipikiranku, bertanya mengapa aku tidak ditakdirkan untuk bersamanya.
Tuhan, aku tidak mau durhaka kepada-Mu, tapi aku benar-benar menangis sesenggukan seolah tak ingin ini terjadi".
Hampir tiga tahun dengan setianya gue sampai nggak mau memalingkan hati gue dengan yang lain. tapi inikah jawaban dari kesetiaan yang gue beri.
Seolah meraba-raba hati ini, seolah buta. Benar gue memang sedang berada dititik lemahnya iman gue. Dengan berharap dengan keyakinan yang belum sepenuhnya normal lagi, gue berusaha untuk menyakini kalau semua ini sudah jalan hidup yang Allah berikan.
Fiiuuhh.. udah gue nggak boleh menyesali soalah-olah dunia akan kiamat jika gue ngga jadi sama dia, dan gue juga ngga boleh berprasangka buruk dan menanyakan kenapa Allah tidak membiarkan gue dengan dia. Ada jalan lain yang lebih baik, semoga...
*(dikutip dari cerita seorang teman yang sedang patah hati)